UMY Kembangkan Teknologi Maggot BSF, Ubah Sampah Organik Jadi Solusi Ramah Lingkungan
- Administrator
- Sabtu, 20 Juni 2026 06:29
- 7 Lihat
- Sorotan
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta terus memperkuat komitmennya sebagai kampus hijau melalui inovasi pengelolaan sampah organik berbasis Black Soldier Fly (BSF) atau maggot. Teknologi ini dikembangkan sebagai solusi untuk mengatasi persoalan limbah sisa makanan yang dihasilkan dari aktivitas kantin dan unit usaha di lingkungan kampus.
Menurut Kepala Subdirektorat Infrastruktur Berkelanjutan UMY, Ferriawan Yudhanto, dalam keterangannya, sampah organik basah menjadi salah satu jenis limbah yang paling sulit ditangani karena cepat membusuk dan menimbulkan bau. Karena itu, UMY memilih pendekatan biologis dengan memanfaatkan maggot BSF yang dinilai lebih efektif dan efisien.
Ferriawan menjelaskan, nantinya seluruh sisa makanan dari kantin kampus akan dikumpulkan dan diproses sebagai pakan maggot. Larva BSF memiliki kemampuan mengurai limbah organik dalam waktu singkat sekaligus menghasilkan biomassa yang dapat dimanfaatkan kembali, misalnya sebagai pakan ternak atau ikan.
Pemanfaatan maggot BSF ini dinilai mampu memangkas volume sampah makanan secara signifikan. Selain mengurangi beban tempat pembuangan akhir, sistem ini juga mendorong perubahan cara pandang bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai.
Tak hanya fokus pada sampah basah, UMY juga tetap konsisten mengolah sampah organik kering seperti daun-daun gugur dan sisa pemangkasan tanaman menjadi kompos. Hasil kompos tersebut kemudian dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan penghijauan dan perawatan vegetasi di seluruh area kampus.
Sistem pengelolaan sampah terpadu yang diterapkan UMY kini mulai menarik perhatian berbagai pihak. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Miftahul Anwar Dampasan yang belum lama ini melakukan kunjungan studi untuk mempelajari langsung model pengelolaan lingkungan tersebut.
Ke depan, UMY berharap inovasi ini bisa menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain maupun masyarakat luas. Selain pengolahan sampah berbasis maggot dan kompos, kampus ini juga terus memperluas program ramah lingkungan melalui pembatasan plastik sekali pakai, pemanfaatan energi surya, hingga rencana pengoperasian shuttle bus listrik untuk menekan emisi karbon.
Foto: TPA UMY untuk mengolah sampah dari internal kampus. (Humas UMY)